All I Have To Do Is Dream

Sabtu, 01 November 2014

Tiga Analisis Aspek Utama Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang



Dalam melakukan suatu penyusunan rencana tata ruang salah satu tahapan yang harus dilaksanakan adalah analisis aspek fisik dan lingkungan, aspek ekonomi, serta aspek sosial budaya , terdapat tiga aspek analisis yaitu,

  Analisis Aspek Fisik Dan Lingkungan
  Merupakan analisis untuk mengenali karakteristik sumber daya alam dengan menelaah kemampuan dan kesesuaian lahan agar pemanfaatan lahan dapat dilakukan secara optimal dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem.
Data – data yang dibutuhkan untuk aspek analisis fisik dan lingkungan adalah,
a.       Klimatologi 
b.      Topografi 
c.       Geologi 
d.      Hidrologi 
e.       Sumber daya mineral/ bahan galian 
f.       Bencana alam 
g.      Pengunaan lahan
Hasil studi analisis fisik dan lingkungan ini akan menjadi masukan dalam penyusunan rencana tata ruang maupun rencana pengembangan wilayah (rencana tindak, rencana investasi, dan lain-lain), karena akan memberikan gambaran kerangka fisik pengembangan wilayah.


  Analisis Aspek Ekonomi
   Salah satu tujuan penataan ruang wilayah adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya pada wilayah dalam rangka pembangunan ekonomi nasional dan daerah. Penilaian ekonomi bagi pengembangan wilayah adalah upaya untuk menemukenali potensi dan sektor-sektor yang dapat dipacu serta permasalahan perekonomian, khususnya untuk penilaian kemungkinan aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkan pada wilayah tersebut. Hal yang mendasar dalam analisis ekonomi pengembangan wilayah yaitu perlunya mengenali potensi lokasi, potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan, sehingga akan terjadi efisiensi tindakan. Dengan usaha yang minimum akan diperoleh hasil yang optimum yang kesemuanya bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat, serta terjadinya investasi dan mobilisasi dana.
Data – data yang dibutuhkan,
a.       Data laju pertumbuhan ekonomi wilayah 
b.      Data biaya pembangunan dan total pengeluaran wilayah 
c.       Data volume ekspor dan impor wilayah 
d.      Data sistem permukiman dan sistem jaringan sarana dan prasarana 
e.       Data pengunaan lahan wilayah 
f.       Data kepadatan penduuduk

Analisis Aspek Sosial Dan Budaya
  Dalam upaya untuk mencapai pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlu dilakukan penilaian/analisis aspek sosial budaya di wilayah dan/atau kawasan. Penilaian/ analisis aspek sosial budaya dapat diperoleh melalui hasil pengukuran beberapa indikator sosial (urban social indicator) misalnya struktur sosial budaya, pelayanan sarana dan prasarana budaya, potensi sosial budaya masyarakat, atau kesiapan masyarakat terhadap suatu pengembangan.
Tujuan analisis aspek sosial budaya adalah mengkaji kondisi sosial budaya masyarakat yang mendukung atau menghambat pengembangan, serta memiliki fungsi antara lain:
1. Sebagai dasar penyusunan rencana tata ruang wilayah serta pembangunan sosial budaya masyarakat. 
2.      Mengidentifikasi struktur sosial budaya masyarakat . 
3.      Menilai pelayanan sarana dan prasarana sosial budaya yang mendukung pengembangan wilayah
dan/atau kawasan. 
4. Menentukan prioritas-prioritas utama dalam formulasi kebijakan pembangunan sosial budaya masyarakat. 
5.      Memberikan gambaran situasi dan kondisi objektif dalam proses
perencanaan.
6.  Sebagai acuan pelaksanaan pemantauan, pelaporan, dan penilaian program-program pembangunan sosial budaya secara integratif. 
Data yang dibutuhkan untuk analisis sosial budaya wilayah, 
a.  Data makro, yang diperoleh dari BPS Pusat dan Daerah atau data yang diperoleh dari Instansi/Lembaga Pemerintah lainnya. 
b.      Data mikro, yang diperoleh dari hasil-hasil studi sosial budaya di wilayah.Pengumpulan data analisis sosial budaya ini bersifat sekunder atau desk study yaitu mengkaji referensi yang relevan dengan objek penelitian, dengan menggunakan data existing suatu wilayah dan informasi yang diperlukan untuk menganalisis masalah. Data yang dibutuhkan dipilih sesuai kebutuhan yaitu meliputi aspek sosial budaya yang dapat mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah.

Minggu, 26 Oktober 2014

City Of Sunset

Kaimana.... City Of Sunset




Nama Kaimana sudah lama dikenal karena senjanya, lewat lagu  Senja di Kaimana yang dipopulerkan oleh Alfian. Daerah ini sejak lama telah berinteraksi dengan dunia luar melalui jaringan dagang Sosolot hingga perjuangan Trikora, sehingga masyarakat Kaimana saat ini merupakan campuranantara penduduk pribumi dan penduduk imigran. Proses perjalanan panjang  melalui sejarah perjumpaan telah menjadikan masyarakat Kaimana sebagai masyarakat yang ramah dan menghargai perbedaan.


Sebagai daerah yang terletak di Segitiga Karang Dunia, tentu Kaimana memiliki potensi wisata bahari yang tidak kalah dengan Raja Ampat. Kaimana memilki lebih dari 1.000 jenis ikan dan sekitar 600 jenis karang. Kaimana sudah lama menjadi daerah tujuan wisata, terutama wisata selam. Hingga hari ini, kapal-kapal wisata dan kapal pesiar terus datang secara rutin mengunjungi Kaimana pada musim selam setiap tahun. Umumnya kapal-kapal ini mengunjungi  beberapa kawasan yang memiliki  daya tarik bawah lautnya, antara lain: Teluk Triton, Selat Iris, P. Aiduma, P. Darmai, Tanjung Monmon, Pulau Adi dan Pulau Penyu.