Dalam
melakukan suatu penyusunan rencana tata ruang salah satu tahapan yang harus dilaksanakan
adalah analisis aspek fisik dan lingkungan, aspek ekonomi, serta aspek sosial
budaya , terdapat tiga aspek analisis yaitu,
Analisis
Aspek Fisik Dan Lingkungan
Merupakan analisis untuk mengenali karakteristik
sumber daya alam dengan menelaah kemampuan dan kesesuaian lahan agar
pemanfaatan lahan dapat dilakukan secara optimal dengan tetap memperhatikan
keseimbangan ekosistem.
Data
– data yang dibutuhkan untuk aspek analisis fisik dan lingkungan adalah,
a. Klimatologi
b. Topografi
c. Geologi
d. Hidrologi
e. Sumber
daya mineral/ bahan galian
f. Bencana
alam
g. Pengunaan
lahan
Hasil studi analisis fisik dan lingkungan ini
akan menjadi masukan dalam penyusunan rencana tata ruang maupun rencana
pengembangan wilayah (rencana tindak, rencana investasi, dan lain-lain), karena
akan memberikan gambaran kerangka fisik pengembangan wilayah.
Analisis Aspek Ekonomi
Salah satu
tujuan penataan ruang wilayah adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi
sumber daya pada wilayah dalam rangka pembangunan ekonomi nasional dan daerah. Penilaian
ekonomi bagi pengembangan wilayah adalah upaya untuk menemukenali potensi dan
sektor-sektor yang dapat dipacu serta permasalahan perekonomian, khususnya
untuk penilaian kemungkinan aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkan pada
wilayah tersebut. Hal yang mendasar dalam analisis ekonomi pengembangan wilayah
yaitu perlunya mengenali potensi lokasi, potensi sumber daya alam, sumber daya
manusia, dan sumber daya buatan, sehingga akan terjadi efisiensi tindakan.
Dengan usaha yang minimum akan diperoleh hasil yang optimum yang kesemuanya
bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi seluruh
masyarakat, serta terjadinya investasi dan mobilisasi dana.
Data – data yang dibutuhkan,
a.
Data laju pertumbuhan ekonomi wilayah
b.
Data biaya pembangunan dan total
pengeluaran wilayah
c.
Data volume ekspor dan impor wilayah
d.
Data sistem permukiman dan sistem
jaringan sarana dan prasarana
e.
Data pengunaan lahan wilayah
f.
Data kepadatan penduuduk
Analisis
Aspek Sosial Dan Budaya
Dalam upaya untuk mencapai pemanfaatan
sumberdaya alam secara berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,
perlu dilakukan penilaian/analisis aspek sosial budaya di wilayah dan/atau
kawasan. Penilaian/ analisis aspek sosial budaya dapat diperoleh melalui hasil
pengukuran beberapa indikator sosial (urban
social indicator) misalnya struktur sosial budaya, pelayanan sarana dan
prasarana budaya, potensi sosial budaya masyarakat, atau kesiapan masyarakat
terhadap suatu pengembangan.
Tujuan
analisis aspek sosial budaya adalah mengkaji kondisi sosial budaya masyarakat
yang mendukung atau menghambat pengembangan, serta memiliki fungsi antara lain:
1. Sebagai
dasar penyusunan rencana tata ruang wilayah serta pembangunan sosial budaya
masyarakat.
2. Mengidentifikasi
struktur sosial budaya masyarakat .
3. Menilai
pelayanan sarana dan prasarana sosial budaya yang mendukung pengembangan
wilayah
dan/atau kawasan.
4. Menentukan
prioritas-prioritas utama dalam formulasi kebijakan pembangunan sosial budaya
masyarakat.
5. Memberikan
gambaran situasi dan kondisi objektif dalam proses
perencanaan.
6. Sebagai
acuan pelaksanaan pemantauan, pelaporan, dan penilaian program-program
pembangunan sosial budaya secara integratif.
Data
yang dibutuhkan untuk analisis sosial budaya wilayah,
a. Data
makro, yang diperoleh dari BPS Pusat dan Daerah atau data yang diperoleh dari
Instansi/Lembaga Pemerintah lainnya.
b. Data
mikro, yang diperoleh dari hasil-hasil studi sosial budaya di wilayah.Pengumpulan data analisis sosial budaya ini
bersifat sekunder atau desk study yaitu
mengkaji referensi yang relevan dengan objek penelitian, dengan menggunakan
data existing suatu wilayah dan
informasi yang diperlukan untuk menganalisis masalah. Data yang dibutuhkan
dipilih sesuai kebutuhan yaitu meliputi aspek sosial budaya yang dapat mengukur
tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar